"Sebanyak 70 persen peserta itu belum pernah ekspor. Bagi UMKM Banyuwangi yang sudah memiliki pengalaman ekspor seperti produk koral ini, prosesnya tentu lebih mudah karena kualitas produknya sudah teruji. Tugas kita sekarang adalah memperluas pengembangan pasarnya," tambah Mendag.

Menurut Budi, penguatan ekspor koral hidup dan produk UMKM ke Amerika Serikat juga strategis bagi Indonesia. Sebab, neraca perdagangan Indonesia dengan negara tersebut selama ini mencatatkan surplus.

Berdasarkan data Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pada 2025 mencapai US$ 30,9 miliar. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 18,11 miliar dengan Amerika Serikat.

Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan perjanjian perdagangan bilateral untuk memperluas akses pasar. Budi menyebut inisiasi kerja sama perdagangan Indonesia-Amerika Serikat telah dirintis sejak 1996 dan kini terus dipercepat.

Dengan pendampingan pemerintah, penguatan kapasitas UMKM, serta perluasan akses pasar melalui perwakilan perdagangan di luar negeri, produk unggulan daerah seperti koral hidup Banyuwangi diharapkan semakin mampu bersaing di pasar global.