Menurut Sona, kemitraan industri yang berkelanjutan membutuhkan hubungan bisnis yang jelas, peningkatan kualitas pemasok lokal, serta pengembangan keterampilan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, investasi tidak hanya menghadirkan modal dan teknologi, tetapi juga membantu memperkuat kemampuan industri dan pelaku usaha nasional.
Ia juga menekankan bahwa penguatan hubungan Indonesia dan China perlu dibangun di atas prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan manfaat bersama. Kolaborasi kedua negara diharapkan tidak berhenti pada realisasi investasi, tetapi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
"Hubungan Indonesia dan China memiliki ruang besar untuk terus diperkuat. Dengan menghubungkan investasi, teknologi, kebutuhan industri, dan kapasitas pengusaha nasional, kita ingin memastikan bahwa kemitraan ini memberikan manfaat nyata bagi kedua negara sekaligus mendukung transformasi ekonomi Indonesia," tutup Sona.