Menurut Dony, para konsumen telah menyisihkan uang tabungan untuk membeli hunian LRT City tersebut, apalagi terdapat konsumen yang membelinya sebagai rumah pertama.
"Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang untuk rumah pertama. Itu dzolim namanya," ujar Dony.
Dony menekankan bahwa alokasi dana senilai Rp 456 miliar tersebut akan berasal dari Danantara, yang akan diberikan dalam bentuk suntikan modal kepada Adhi Karya maupun anak usahanya (developer).
Sebelumnya, Dony telah menggelar rapat bersama jajaran Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada Selasa (11/08) untuk membahas mengenai perkembangan dan berbagai keluhan masyarakat terkait proyek LRT City yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya.