NADIKABAR.COM — BYD menargetkan pembangunan 100 fasilitas pengisian daya ultra cepat atau Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026, tersisa dua bulan lebih dengan jaringan yang akan tersebar di berbagai lokasi di tanah air, termasuk diler dan titik pengisian daya publik.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam peluncuran teknologi terbaru BYD di Jakarta, Rabu, mengatakan pengembangan infrastruktur Flash Charging merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari manufaktur hingga infrastruktur pengisian daya.
"Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung," katanya saat peluncuran teknologi terbaru BYD di Jakarta, Rabu.
Eagle menyatakan fasilitas Flash Charging juga tidak hanya dapat digunakan mobil-mobil BYD dan merek premiumnya, Danza, namun juga akan terbuka bagi seluruh merek kendaraan listrik (EV), tidak terbatas pada kendaraan dari grup perusahaan tersebut.
“Karena ini merupakan infrastruktur berskala besar dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, tentu BYD Flash Charging terbuka untuk semua merek kendaraan listrik,” ujar Eagle.
Meski demikian, kecepatan pengisian daya akan bergantung pada kemampuan masing-masing kendaraan dalam menerima daya dari perangkat pengisi daya.
Teknologi Flash Charging ini memungkinkan pengisian baterai kendaraan dengan baterai blade battery generasi kedua dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit, serta dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal.
Eagle menjelaskan, capaian angka waktu tersebut membutuhkan kombinasi perangkat pengisi daya dan baterai yang kompatibel, yakni Blade Battery generasi kedua milik BYD.
Kendaraan listrik dari merek lain tetap dapat menggunakan fasilitas tersebut. Namun, kendaraan yang belum memiliki teknologi baterai yang kompatibel tidak otomatis memperoleh kecepatan pengisian lima menit untuk penambahan daya dan sembilan menit hingga penuh.
BYD menyebut perangkat Flash Charging memiliki kemampuan menyalurkan daya lebih besar dibandingkan pengisi daya konvensional. Dengan demikian, kendaraan listrik dari merek lain juga berpotensi memperoleh waktu pengisian lebih singkat, sesuai kemampuan teknis masing-masing kendaraan.
Untuk memperluas jangkauan layanan, BYD berencana menempatkan fasilitas Flash Charging di berbagai lokasi. Selain diler, perusahaan juga menyiapkan ekspansi ke titik pengisian daya publik, termasuk area istirahat jalan tol.
Dalam sesi tersebut, Eagle menyatakan fasilitas Flash Charging di area istirahat jalan tol diharapkan tersedia sebelum musim mudik berikutnya. Namun, perusahaan belum merinci jumlah fasilitas yang akan ditempatkan di setiap kategori lokasi.
"Saya rasa sebelum mudik (Natal dan tahun baru 2026) akan tersedia di rest area," imbuhnya.
BYD menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pengisian daya merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap teknologi kendaraan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem mobilitas listrik di Indonesia.