"Nah, mungkin itu (Denza D9 bakal dirakit lokal)," jelas Luther.
Luther memastikan tak akan ada penurunan harga ketika BYD mulai merakit lokal di pabrik Subang, dengan alasan insentif bebas bea masuk impor yang selama ini dinikmati BYD membuat harga jual seolah-olah sudah memproduksi di sini.
"Jadi sebenarnya gini. BYD ini transisi dari CBU dan mengarah ke local production itu ada situasi yang sengaja dibentuk melalui mekanisme kebijakan fiskal agar smooth perpindahannya. Jadi ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya itu sama, impor dan produksi sini. Artinya berarti tidak ada perubahan," kata Luther.
"Komponen pembentuk harga itu sebenarnya harusnya volume. Kalau berbasis produksi tapi kita enggak dapat volume-nya, juga akan malah menciptakan harga yang jauh lebih mahal. Nah, makanya sekarang kita konsentrasi sekali untuk mengoptimalkan nih produksi yang kita miliki, apalagi ini kapasitas bisa sampai 150.000 unit," jelas Luther.