NADIKABAR.COM — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memastikan sistem kelistrikan di Tatar Pasundan dalam kondisi aman dengan cadangan daya mencapai 6.928,95 megawatt (MW) atau sekitar 41 persen guna menopang produktivitas pelaku UMKM hingga sektor industri.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H Setyawan, di Bandung, Jumat, menegaskan bahwa kepastian energi tersebut menjadi modal penting bagi perseroan dalam melayani pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat yang terus berkembang, baik dari sektor rumah tangga, bisnis, industri, maupun UMKM.
"Dari sisi ketersediaan daya, kondisi sistem kelistrikan Jawa Barat saat ini memiliki kapasitas pasokan yang memadai. Hingga Oktober 2026, daya mampu pasok mencapai 16.789,95 MW, sementara beban puncak tertinggi tercatat sebesar 9.861 MW. Artinya, masih tersedia cadangan daya sebesar 6.928,95 MW atau sekitar 41 persen dari total daya mampu pasok," ujar Krisantus dalam pesan singkatnya pada ANTARA.
Ia menjelaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas bagi seluruh pelanggan, termasuk para pelaku UMKM.
Pasalnya, listrik memegang peranan vital dalam mendukung produktivitas dan keberlangsungan usaha, mulai dari proses produksi, penggunaan peralatan, pemasaran digital, hingga pelayanan kepada pelanggan.
Bagi pelaku UMKM, keandalan pasokan listrik menjadi faktor pendukung utama agar kegiatan operasional dapat berjalan optimal. Oleh karena itu, selain mendorong pemberdayaan pelaku usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN secara paralel terus memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan kelistrikan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.