"Bagi kami, kecukupan pasokan saja tentu tidak cukup. PLN juga terus memperkuat keandalan jaringan melalui pemeliharaan infrastruktur secara berkala, peningkatan kualitas pelayanan, serta kesiapsiagaan personel untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat," katanya.
Langkah mitigasi dan pemeliharaan yang berlapis tersebut, dijalankan agar energi listrik dapat hadir secara stabil tanpa kendala teknis yang berarti bagi para pelaku usaha di lapangan.
"Kami ingin memastikan bahwa listrik tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk bagi para pelaku UMKM yang menggantungkan produktivitas usahanya pada energi listrik," tutur Krisantus.
Melalui jaminan ketersediaan energi yang berpadu dengan program pemberdayaan TJSL, PLN memosisikan kelistrikan sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah.
"Pada akhirnya, komitmen PLN adalah menghadirkan listrik sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM melalui program TJSL, kami berharap dukungan kelistrikan yang andal dapat semakin membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Jawa Barat," tutur dia menambahkan.