Kebijakan stabilisasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Bank sentral juga memastikan posisi cadangan devisa pada akhir Oktober setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor.

Sementara itu, jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, cadangan devisa tersebut setara dengan 5,2 bulan impor.

Posisi tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.