NADIKABAR.COM — Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta mengemukakan cakupan layanan air bersih di Jakarta hingga triwulan III 2026 telah mencapai 83,15 persen, meningkat dibandingkan dengan periode tahun lalu yang sebesar 75,24 persen.
"Kinerja layanan air bersih semakin meluas. Dari aspek cakupan, jumlah cakupan layanan saat ini meningkat menjadi 83,15 persen, tentu meningkat signifikan jika dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar 75,24 persen," kata Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat di Jakarta, Rabu.
Dari aspek sambungan pelanggan, tercatat meningkat menjadi 1,22 juta sambungan dari 1.03 juta sambungan pada 2025.
Sementara untuk sambungan baru, lanjut Syaefuloh, mencapai 44.445 sambungan baru hingga triwulan III 2026. Dia juga menyampaikan tentang jaringan perpipaan yang telah mencapai 13.089 kilometer.
Hal lain yang juga dia sampaikan yakni program Kartu Air Sehat yang saat ini telah menjangkau 419.728 pelanggan dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR ) atau setara dengan 34,18 persen dari total pelanggan.
Selain itu, mengenai pemurni air (water purifier), saat ini telah terpasang 292 unit di berbagai fasilitas umum.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan layanan air bersih di Jakarta harus mencapai 100 persen pada 2029.
Lalu, untuk mencapai cakupan 100 persen, jaringan perpipaan akan ditambah lebih dari 2.000 kilometer dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, PAM Jaya juga mengembangkan instalasi pengolahan air baru, embung sebagai sumber air baku, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk memperkuat pembiayaan, serta Program Kartu Air Sehat dengan tarif Rp1 per liter bagi MBR.