Saban hari gang di samping rumah Edi tidak pernah sepi sejak bugenvilnya bermekaran. Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga malam pengunjungnya berdatangan.
"Setiap hari seperti ini, ramai. Dari pagi itu sudah ada orang yang foto-foto di sini," ucapnya sembari tertawa ringan.
Dia pun tidak terganggu dengan banyaknya orang yang hendak berfoto. Malah, kesenangan pengujung juga menjadi penyemangatnya untuk merawat bugenvil.
"Bagi saya pribadi itu nggak masalah, dia menikmati bunga yang indah. Saya senang, tapi tetap jaga ketertiban," tuturnya.
Bunganya viral di media sosial bukan menjadi masalah bagi Edi. Dia pun tidak tahu kembangnya bisa ramai di jagat maya.
"Saya malah nggak tahu kalau viral, hahaha," kata Edi sembari tertawa.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua RW sekitar, Win. Win menerangkan banyak orang yang datang untuk berfoto berlatar kembang milik tetangganya itu.
"Dari pagi sampai malam bahkan. Meskipun portal ditutup masih ada yang ke sini," kata Win.
Win tidak keberatan dengan banyak orang yang datang. Dia pun mengimbau agar pengunjung bisa menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
"Saya juga ikut senang, tapi tetap jaga kebersihan sama ketertiban. Di sini kan juga ada tempat sampah," ucapnya.