Jika ponsel memberikan peringatan bahwa sebuah aplikasi berpotensi berbahaya, sebaiknya jangan memaksakan proses instalasi atau membuka aplikasi tersebut.

Google Play Protect dapat mencegah pemasangan aplikasi tertentu yang belum diverifikasi dan menggunakan izin sensitif yang sering dimanfaatkan dalam penipuan. Sementara itu, Apple menyarankan pengguna menghapus aplikasi jika perangkat menampilkan peringatan bahwa aplikasi tersebut mengandung malware.

6. Rutin memperbarui sistem dan aplikasi

Keamanan tidak berhenti setelah aplikasi berhasil dipasang. Sistem operasi dan aplikasi perlu diperbarui secara berkala karena pembaruan dapat memperbaiki celah keamanan yang ditemukan pada versi sebelumnya.

Pengguna juga sebaiknya mengaktifkan pembaruan otomatis jika tersedia. Panduan keamanan perangkat seluler dari CISA merekomendasikan pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara rutin untuk mengurangi risiko eksploitasi terhadap kerentanan yang sudah diketahui.

7. Hapus aplikasi yang mencurigakan

Perubahan perilaku ponsel setelah memasang aplikasi juga perlu diperhatikan. Misalnya, perangkat tiba-tiba menjadi sangat lambat, baterai lebih cepat habis, aplikasi sering berhenti sendiri, muncul iklan yang tidak biasa atau terdapat aktivitas yang tidak dilakukan pengguna.

Jika hal tersebut muncul setelah memasang aplikasi tertentu, pengguna dapat mempertimbangkan untuk menghapus aplikasi tersebut dan melakukan pemeriksaan keamanan pada perangkat. CISA juga menyarankan pengguna memperhatikan perilaku aplikasi yang tidak biasa sebagai salah satu tanda yang perlu dicermati.

Dengan semakin banyaknya aktivitas yang dilakukan melalui ponsel, keamanan saat menginstal aplikasi tidak bisa dianggap sepele. Memilih toko aplikasi resmi, memeriksa pengembang, membatasi izin, memperhatikan peringatan keamanan dan rutin memperbarui perangkat menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko malware.