Namun, jangan gunakan air secara berlebihan. Terlalu banyak air justru dapat membuat abu menjadi massa yang berat serupa semen dan sulit ditangani.

Setelah abu dibasahi, bilas kendaraan menggunakan air. Lakukan secara perlahan dan hindari tekanan atau gesekan berlebihan.

Jangan langsung gunakan spons atau kain untuk menggosok permukaan yang masih dipenuhi abu.

Pastikan abu benar-benar terangkat terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pencucian berikutnya.

Setelah sebagian besar abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan air dan deterjen atau sabun khusus kendaraan. Gunakan spons atau kain yang bersih dan lembut.

Jangan menggosok terlalu keras. Setelah selesai, bilas kembali kendaraan hingga bersih.

Setelah dicuci, keringkan kendaraan menggunakan kain yang bersih dan lembut.

Hindari menggosok dengan tekanan kuat. Jika masih terdapat sisa abu, lebih baik bilas kembali daripada memaksakan mengelap permukaan kendaraan.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan beberapa poin yang perlu dihindari saat membersihkan kendaraan dari abu vulkanik:

• Jangan mengelap abu kering secara langsung.

• Jangan menyapu atau meniup abu menggunakan udara bertekanan.

• Jangan gunakan wiper pada kaca yang masih tertutup abu kering.

• Jangan berkendara jika tidak diperlukan.

• Jangan menggosok bodi kendaraan terlalu keras.

• Jangan mengoperasikan kendaraan tanpa filter udara.

• Jangan gunakan kipas atau alat yang dapat membuat abu kembali beterbangan.