Bagi pembaca yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik yang cukup parah, mengecek mesin kendaraan menjadi hal penting. Pasalnya, abu vulkanik juga dapat masuk ke mesin, sistem penyaringan udara, rem, hingga kabin.
Setelah kendaraan terpapar abu, periksa bagian-bagian berikut:
Jangan mengoperasikan kendaraan tanpa filter udara. Jika jenis filter memungkinkan untuk dibersihkan, arahkan udara dari bagian dalam ke luar agar abu tidak semakin terdorong masuk.
Paparan abu yang berat dapat membuat penggantian oli dan filter oli perlu dilakukan lebih sering. Dalam kondisi debu berat, panduan menyebut penggantian sekitar setiap 80-160 kilometer, sedangkan pada paparan lebih ringan sekitar 800-1.600 kilometer.
Pastikan tidak ada abu yang masuk atau menumpuk di saluran masuk udara.
Periksa bagian radiator yang terkena abu. Jika kompartemen mesin perlu dicuci, gunakan selang taman atau pembersih uap dengan hati-hati. Tutup bagian intake udara dan komponen kelistrikan terlebih dahulu agar tidak terkena air.
Abu dapat masuk ke sistem pengereman, terutama ketika kendaraan digunakan di jalan yang dipenuhi abu. Bawa ke bengkel jika respons pengereman terasa berbeda.
Periksa alternator karena komponen ini juga dapat terpapar abu.
Periksa kondisi filter dan ganti jika sudah dipenuhi abu.
Gunakan penyedot debu untuk mengangkat abu yang menempel. Setelah itu, bersihkan permukaan menggunakan kain lembap.
Lap interior dengan kain lembap dan bersih. Hindari mengelap abu dalam kondisi kering karena dapat menggores permukaan interior.
Periksa bagian ventilasi karena abu dapat masuk melalui saluran udara. Bersihkan secara hati-hati dan jangan meniupnya menggunakan udara bertekanan.
Bersihkan abu yang terbawa melalui sepatu, pakaian, pintu, atau jendela agar tidak kembali menyebar di dalam kabin.
Kendaraan sebaiknya diperiksa di bengkel jika terpapar abu vulkanik dalam jumlah besar, terutama apabila digunakan untuk berkendara selama hujan abu.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan filter udara, oli, rem, radiator, alternator, dan komponen mesin lainnya tidak mengalami masalah. Semakin cepat abu dibersihkan dengan metode yang tepat, semakin kecil risiko kerusakan kendaraan.
Demikian ulasan mengenai cara membersihkan kendaraan dari abu vulkanik agar tidak merusak bodi, mesin, dan komponen kendaraan lainnya. Semoga membantu!