NADIKABAR.COM — Di balik kemudahan menggunakan kecerdasan buatan (AI), tersimpan persoalan biaya yang sering luput dari perhatian dalam bentuk token. Setiap pertanyaan yang diajukan ke model AI, setiap jawaban yang dihasilkan, semuanya dihitung dalam token. Dan token, seperti mata uang, punya nilai yang harus dibayar.

Hal ini menjadi salah satu poin yang diangkat Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan perusahaan keamanan F5 dalam media roundtable di sela peluncuran Indosat Intelligence Suite.

Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa platform Indosat Intelligence Suite dirancang untuk membantu bisnis mengendalikan penggunaan AI secara cerdas, termasuk dalam hal biaya.

"Token adalah mata uang. Jika sesuatu dapat dilakukan dalam 100 token, tetapi Anda menghabiskan 1.000 token, maka Anda takut. Ada kebocoran. Biaya naik. Dan kemudian Anda menyalahkan AI," ujar Vikram di JW Marriott, Singapura, Jumat (9/10/2026).