Menurut dr Yaze, penghentian secara mendadak hanya akan memicu fase kecanduan (craving) yang hebat. Tubuh dan pikiran akan terus-menerus terbayang kelezatan makanan bertepung dan digoreng, sehingga berisiko memicu aksi 'balas dendam' makan berlebihan di kemudian hari.

Oleh karena itu, strategi paling aman dan tidak membuat diri terasa 'tersiksa' adalah dengan mengontrol frekuensi serta porsinya secara bertahap.

"Kalau biasanya hampir setiap hari, frekuensinya dikurangin lagi. Misalnya jadi seminggu 2 atau 3 kali dulu," jelasnya.