3. Beri peringatan sebelum waktu habis

Anak yang sedang asyik bermain gim atau menonton video mungkin kesulitan menghentikan aktivitasnya secara tiba-tiba. Karena itu, orang tua dapat memberikan peringatan beberapa menit sebelum waktu penggunaan gawai berakhir.

Contohnya, beri tahu anak bahwa waktu bermain tersisa 10 menit, kemudian ingatkan kembali ketika tersisa lima menit. Pengingat juga dapat menggunakan alarm atau fitur pengatur waktu pada perangkat.

Cara ini membantu anak mempersiapkan diri untuk beralih ke kegiatan lain. Jika waktu sudah habis, orang tua perlu menjalankan kesepakatan dengan tenang tanpa memperpanjang perdebatan atau memberikan tambahan waktu secara terus-menerus.

4. Siapkan aktivitas pengganti yang menarik

Mengambil gawai tanpa menyediakan kegiatan lain dapat membuat anak merasa bosan dan kehilangan hiburan yang biasa dinikmatinya. Karena itu, orang tua perlu menyiapkan alternatif yang sesuai dengan minat anak.

Aktivitas pengganti dapat berupa bermain di luar rumah, menggambar, membaca buku cerita, menyusun balok, memasak bersama, atau melakukan permainan sederhana dengan anggota keluarga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan pengurangan waktu sedentari berbasis layar pada anak berusia di bawah lima tahun.

Untuk anak usia dua tahun, waktu layar sedentari direkomendasikan tidak lebih dari satu jam sehari. Pada anak usia tiga hingga empat tahun, batasnya juga satu jam sehari, dengan durasi yang lebih singkat lebih baik.

Anak cenderung memperhatikan kebiasaan orang-orang di sekitarnya, termasuk cara orang tua menggunakan ponsel. Jika anak dilarang bermain gawai saat makan, tetapi orang tua terus melihat layar selama berada di meja makan, aturan tersebut dapat terasa tidak adil bagi anak.

Orang tua dapat memulai kebiasaan baru dengan menyimpan ponsel ketika makan bersama, berbincang dengan anak tanpa gangguan notifikasi, dan mengurangi penggunaan perangkat menjelang tidur.