AAP pada 2026 merekomendasikan waktu bebas layar bagi seluruh anggota keluarga, termasuk saat makan, mengerjakan pekerjaan rumah, dan menjelang tidur. Kebiasaan tersebut membantu menyediakan ruang bagi aktivitas fisik, istirahat, membaca, serta interaksi langsung.
6. Gunakan fitur pengawasan orang tua
Fitur pengawasan orang tua atau parental controls dapat membantu mengatur durasi penggunaan perangkat, membatasi aplikasi tertentu, menyaring konten berdasarkan usia, serta mengontrol unduhan dan pembelian.
Fitur ini tersedia pada berbagai perangkat dan platform, termasuk ponsel, tablet, konsol gim, serta layanan digital tertentu. Orang tua dapat menggunakannya sebagai alat bantu untuk menjalankan kesepakatan yang sudah dibuat bersama anak.
Namun, penggunaan fitur tersebut tetap perlu disertai komunikasi. Anak perlu memahami alasan pembatasan dan mengetahui bahwa aturan dibuat untuk menjaga keseimbangan aktivitas serta keamanan mereka saat menggunakan internet.
Tangisan atau kemarahan saat waktu bermain berakhir tidak selalu berarti anak kecanduan gawai. Anak yang masih belajar mengelola emosi dapat kesulitan menghadapi perubahan aktivitas, terutama ketika sedang lelah, lapar, atau merasa bosan.
Saat situasi tersebut terjadi, orang tua sebaiknya menghindari bentakan, ancaman, atau ceramah panjang. Sampaikan batasan dengan kalimat sederhana, misalnya, “Mama tahu kamu masih ingin bermain, tetapi waktunya sudah selesai. Sekarang kita istirahat dulu.”
Jika anak masih marah, berikan waktu untuk menenangkan diri sambil tetap menjaga situasi aman. Setelah emosinya mereda, orang tua dapat mengajaknya berbicara mengenai perasaan dan aturan yang telah disepakati.
AAP menyarankan orang tua tetap tenang, menunjukkan pemahaman terhadap perasaan anak, dan mempertahankan batasan yang sudah dibuat. Jika ledakan emosi terjadi hampir setiap kali penggunaan gawai dihentikan atau mulai mengganggu tidur, makan, sekolah, dan hubungan sosial, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak.
Pada akhirnya, membatasi screen time bukan sekadar mengurangi durasi anak menatap layar. Orang tua juga perlu memastikan penggunaan gawai tidak menggeser waktu tidur, aktivitas fisik, belajar, dan interaksi sosial.
Dengan kesepakatan yang jelas, contoh dari orang tua, serta kegiatan pengganti yang menyenangkan, anak dapat belajar menggunakan perangkat digital secara lebih seimbang tanpa harus selalu berujung pertengkaran.