NADIKABAR.COM — Peredaran uang palsu masih menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat ketika melakukan transaksi tunai. Uang dengan tampilan menyerupai Rupiah asli dapat saja diterima tanpa disadari, terutama ketika transaksi berlangsung cepat atau dilakukan dalam kondisi ramai.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat perlu memahami cara memeriksa keaslian uang Rupiah. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Metode ini memanfaatkan ciri-ciri pengaman yang terdapat pada uang Rupiah kertas. Pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan warna, tekstur cetakan, benang pengaman, tanda air, hingga gambar yang saling mengisi ketika uang diarahkan ke cahaya.
Pemeriksaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu ciri. Beberapa bank sentral di dunia juga menganjurkan masyarakat untuk memeriksa lebih dari satu unsur pengaman karena uang palsu dapat dibuat menyerupai tampilan uang asli. Lantas, bagaimana cara mengenali uang palsu dengan metode 3D yang benar?
1. Dilihat, perhatikan warna dan unsur pengaman
Langkah pertama adalah memeriksa uang dengan melihat bagian depan dan belakang secara teliti. Uang Rupiah asli memiliki warna yang terlihat terang, jelas, dan tidak mudah tampak pudar.
Perhatikan pula beberapa unsur pengaman berikut:
- Warna uang. Warna pada uang asli terlihat jelas dengan detail gambar dan tulisan yang tajam.- Benang pengaman. Pada uang Rupiah terdapat benang pengaman yang ditanam atau dianyam di dalam kertas uang. Pada pecahan tertentu, benang ini dapat menunjukkan perubahan warna ketika dilihat dari sudut berbeda.- Gambar tersembunyi. Beberapa pecahan memiliki gambar atau unsur visual yang dapat terlihat dari sudut pandang tertentu.- Tinta berubah warna. Pada pecahan tertentu, terdapat bagian yang warnanya berubah ketika uang dimiringkan.- Detail cetakan. Perhatikan garis, tulisan, dan gambar yang seharusnya terlihat rapi serta tidak kabur.
Jangan langsung menyimpulkan uang palsu hanya karena warnanya terlihat sedikit berbeda. Kondisi pencahayaan, usia uang, dan tingkat keausan dapat memengaruhi tampilan fisiknya.
2. Diraba, rasakan tekstur permukaan uang
Langkah kedua adalah memeriksa tekstur uang menggunakan ujung jari. Uang Rupiah asli dicetak menggunakan teknik khusus yang menghasilkan bagian tertentu terasa kasar atau timbul ketika diraba.
Bagian yang dapat diperiksa antara lain:
- Gambar utama pahlawan pada uang.- Tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia.- Angka nominal uang.- Huruf atau tulisan tertentu.- Lambang Garuda Pancasila.- Kode khusus bagi penyandang tunanetra atau blind code.
Pada uang asli, bagian-bagian tertentu tersebut memiliki tekstur yang dapat dikenali melalui sentuhan. Sebaliknya, uang yang dicetak menggunakan metode biasa sering kali terasa lebih rata karena tidak memiliki karakteristik cetakan timbul yang sama.
Namun, tekstur saja tidak cukup untuk memastikan keaslian uang. Pemeriksaan tetap perlu dilanjutkan dengan melihat dan menerawang bagian lainnya.
3. Diterawang, Periksa Tanda Air dan Gambar Saling Isi