Nasi, roti, pasta, dan makanan berbahan biji-bijian kerap menjadi sasaran ketika seseorang ingin diet.

Padahal, karbohidrat tidak otomatis membuat seseorang gemuk. Yang lebih penting adalah jenis, jumlah, dan total asupan makanan secara keseluruhan.

Jika memungkinkan, pilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, atau biji-bijian utuh. NIDDK menyebut mengganti sebagian biji-bijian olahan dengan biji-bijian utuh dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat.

Kadang-kadang, makanan sudah dikurangi tetapi berat badan sulit turun karena minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Minuman bersoda, teh atau kopi dengan banyak gula, minuman kemasan, hingga beberapa jenis minuman kekinian dapat menyumbang kalori cukup besar.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Mengurangi minuman dengan tambahan gula juga merupakan salah satu langkah yang dapat membantu mengurangi asupan kalori.

Diet bukan berarti hanya makan sayur atau buah.

Protein juga penting untuk membuat makanan lebih mengenyangkan. Sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan jenis makanan lainnya.

Kuncinya adalah memilih sumber protein yang sesuai kebutuhan dan mengatur porsinya. Pola makan sehat untuk menurunkan berat badan tetap perlu menyediakan beragam kelompok makanan dan nutrisi.

Mengatur makanan memang penting, tetapi aktivitas fisik juga tidak kalah berperan.

Tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Jalan cepat, bersepeda, berenang, menari, atau aktivitas lain yang membuat tubuh lebih aktif bisa menjadi pilihan.