Pedoman yang dirujuk NIDDK merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam seminggu. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.

Bagi yang jarang berolahraga, mulailah secara perlahan. Jalan kaki selama beberapa menit setiap hari pun bisa menjadi langkah awal.

Diet tidak hanya soal makanan dan olahraga.

Tidur yang cukup serta kemampuan mengelola stres juga termasuk bagian dari gaya hidup yang mendukung pengelolaan berat badan. CDC memasukkan tidur yang cukup dan manajemen stres sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk membantu menurunkan berat badan.

Karena itu, jangan sampai terlalu fokus mengejar angka timbangan tetapi mengorbankan waktu tidur setiap malam.

Ini mungkin bagian yang paling penting.

Diet yang menjanjikan berat badan turun drastis dalam waktu sangat singkat perlu disikapi dengan hati-hati. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan pola makan dan aktivitas.

Daripada membuat target yang terlalu ekstrem, buat perubahan yang bisa dilakukan secara konsisten. Misalnya, mulai mengurangi minuman manis, memperbanyak sayuran, mengatur porsi makan, dan rutin berjalan kaki.

Penurunan berat badan juga tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama setiap minggu. Berat badan dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi kesehatan, obat-obatan, stres, hormon, usia, dan faktor genetik.

Jadi, kalau ingin cepat kurus, bukan berarti harus melakukan diet ekstrem. Cara yang lebih masuk akal adalah membuat pola makan dan gaya hidup yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang mengonsumsi obat, atau membutuhkan penurunan berat badan dalam jumlah besar, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga penting agar rencana diet bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.