NADIKABAR.COM — Merawat tanaman cabai tidak cukup hanya dengan rutin menyiram dan memberi pupuk. Kondisi cuaca juga perlu diperhatikan karena kebutuhan tanaman dapat berubah saat memasuki musim hujan maupun kemarau.
Kementerian Pertanian menyebut cabai dapat tumbuh dan berproduksi pada musim hujan maupun kemarau. Namun, masing-masing musim memiliki tantangan yang berbeda, mulai dari kelebihan air dan meningkatnya risiko penyakit saat musim hujan hingga keterbatasan air pada musim kemarau.
Musim hujan membuat kelembapan di sekitar tanaman meningkat. Kondisi tersebut dapat memicu perkembangan sejumlah penyakit pada cabai. Curah hujan tinggi juga berisiko menyebabkan bunga dan bakal buah rontok serta buah lebih mudah mengalami pembusukan.
Air hujan perlu segera dialirkan agar tidak menggenang di sekitar tanaman. Cabai cukup sensitif terhadap drainase yang buruk, sehingga lahan atau media tanam sebaiknya memiliki saluran pembuangan air yang baik. Pada tanaman pot atau polybag, pastikan lubang drainase tidak tersumbat sehingga kelebihan air dapat keluar.
Saat hujan turun, penyiraman tidak perlu dilakukan sebanyak ketika musim kemarau. Penyiraman perlu menyesuaikan kondisi tanaman dan cuaca. Karena itu, cek terlebih dahulu kelembapan media tanam sebelum menyiram. Jangan sampai tanaman mendapat tambahan air ketika tanah masih cukup basah.
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih di sekitar tanaman. Salah satu perawatannya adalah membuang tunas air atau bagian tanaman yang tidak diperlukan. Pewiwilan juga membantu memperbaiki sirkulasi udara sekaligus mengarahkan hasil fotosintesis untuk mendukung pertumbuhan tanaman.