Ditjen Hortikultura Kementan menyebut beberapa gangguan yang dapat meningkat pada kondisi tersebut, tim redaksi lain antraknosa, layu Fusarium, virus kuning dan lalat buah. Jika ditemukan gejala serangan, bagian tanaman yang terserang perlu segera ditangani agar masalah tidak meluas.

Penggunaan rain shelter menjadi salah satu pilihan perawatan selama musim hujan untuk membantu mengurangi risiko bunga rontok dan buah busuk serta menjaga kondisi kelembapan tanaman. Teknologi ini menggunakan atap pelindung, misalnya plastik UV, untuk mengurangi paparan air hujan secara langsung pada tanaman.

Berbeda dengan musim hujan, tantangan utama merawat tanaman cabai ketika musim kemarau adalah ketersediaan air. Kekurangan air dapat membuat tanaman cabai layu dan mengganggu pertumbuhannya.

Penyiraman perlu dilakukan lebih rutin ketika kondisi tanah mulai kering. Penyiraman pada musim kemarau dapat dilakukan dua kali sehari, dengan waktu yang dianjurkan pada pagi sebelum pukul 10.00 atau sore setelah pukul 16.00.

Frekuensinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan cuaca. Untuk tanaman di pot atau polybag, pemeriksaan kelembapan media menjadi penting karena media dengan volume terbatas dapat lebih cepat kehilangan air.

Mulsa dapat membantu mempertahankan kelembapan tanah. Mulsa disebut dapat membantu menjaga kelembapan dan kestabilan kondisi tanah serta mengurangi pencucian unsur hara. Mulsa jerami maupun mulsa plastik dapat digunakan sesuai kondisi budidaya.