Pada lahan yang mengalami keterbatasan air, pengairan perlu dilakukan secara efisien. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah irigasi tetes. Balai Penelitian Tanaman Sayuran menjelaskan irigasi tetes dapat mengatur pemberian air sesuai kebutuhan tanaman sehingga penggunaan air lebih hemat.
Musim kemarau bukan berarti tanaman cabai bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pemantauan serangan OPT sebagai salah satu kunci keberhasilan produksi cabai. Tanaman perlu diperiksa secara berkala, terutama pada daun, batang, bunga dan buah. Penanganan dapat dilakukan sesuai jenis dan tingkat serangan.
Tanaman cabai yang semakin tinggi dan mulai berbuah membutuhkan penopang agar tidak mudah roboh. Ajir dapat digunakan untuk menopang tanaman, terutama ketika tanaman menghadapi tiupan angin atau beban buah.
Terlepas dari musim hujan atau kemarau, beberapa perawatan tetap perlu dilakukan secara rutin. Tanaman perlu mendapatkan air sesuai kebutuhan, gulma dikendalikan, tunas air yang tidak diperlukan dibuang, serta kondisi tanaman dipantau untuk mengetahui adanya hama maupun penyakit.
Pemberian nutrisi juga perlu dilakukan secara seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media tanam. Tanaman yang tumbuh sehat diharapkan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gangguan organisme pengganggu tumbuhan.
Dengan menyesuaikan perawatan berdasarkan kondisi cuaca, tanaman cabai dapat tetap tumbuh dan berproduksi dengan lebih optimal, baik ketika musim hujan maupun musim kemarau.