"Waktu itu saya tidak terbayang ternyata di satu di area kilang, itu masih ada yang sulit akses penerangan. Akhirnya kita survei. Nah, di Dusun Bondan Itulah, kami menemukan, ada sebuah desa yang miris sekali. Karena cerita dari masyarakat inilah kita, kayaknya cocok gitu. Di letak geografis ini cocok sekali diterapkan teknologi itu panel surya dan angin," ujarnya dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
Adi menceritakan langkah pertama yang dilakukan yakni memenuhi akses listrik ke setiap warga. Setelahnya, Pertamina meningkatkan kapasitas listrik di Dusun tersebut agar bisa dimanfaatkan lebih, misalnya untuk freezer yang dapat menyimpan hasil tambak.
Kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 16.200 Wp, terdiri atas PLTS 12.000 Wp dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 4.200 Wp.