Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Cara UGM Mengelola Sampah, Ada Target dan Terdigitalisasi
Penutupan tempat pembuangan akhir Piyungan di Yogyakarta pada 2024 lalu mendorong transformasi besar-besaran terhadap sistem pengelolaan sampah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ba
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 15 September 2026 pukul 23:22 WIB
• ⏱ 2 menit baca
"Kita punya target kinerjanya adalah setiap seiring dengan waktu diharapkan, kecuali sampah guguran daun ya," ucapnya. Ia menambahkan, setiap unit juga didorong untuk bisa menekan jumlah sampah organik.
"Sampah-sampah organik yang dari kafetaria, aturan kita adalah harus dibawa kembali oleh kafetaria. Akhirnya dikerjasamakan oleh para peternak-peternak yang mungkin punya bebek di rumah, punya, apa namanya, ayam, dibawa pulang dan bisa menjadi pangan tetangga tambahan di rumah mereka," lanjutnya.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.