"CCEPC Indonesia hadir untuk berbagi pengalaman dari proyek-proyek yang telah kami jalankan secara global. Namun, pengalaman tersebut juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia. Pada saat yang sama, kami ingin meningkatkan kapabilitas talenta lokal, baik dalam penyediaan solusi engineering maupun operasional proyek," ujarnya.

CCEPC Indonesia juga terlibat dalam Waste-to-Energy Conversion Conceptual Design Competition, yang menghadirkan 10 finalis dari berbagai institusi riset dan perguruan tinggi di Indonesia.

ESG & Business Sustainability Senior Specialist CCEPC Indonesia Aie Natasha menjadi salah satu juri dalam kompetisi tersebut dan dalam proses penilaian menyoroti pentingnya melihat sebuah inovasi tidak hanya dari sisi konsep teknologi, tetapi juga dari kesiapan implementasinya.

Menurut dia, teknologi baru perlu mempertimbangkan bagaimana solusi tersebut dapat masuk ke dalam ekosistem yang telah berjalan, termasuk risiko implementasi, integrasi dengan sistem yang sudah ada, serta kesiapan model bisnis dan pihak yang akan menggunakan hasil dari teknologi tersebut.

"Ketika sebuah teknologi masuk ke ekosistem yang sudah berjalan, tentu ada berbagai risiko dan perhitungan yang perlu diperhatikan. Kita perlu melihat bagaimana teknologi itu dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada dan seperti apa risiko implementasinya," ujar Aie.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem dalam pengembangan teknologi baru, di mana untuk teknologi atau pendekatan yang relatif baru, ekosistemnya mungkin belum sepenuhnya terbentuk.