"Karena itu, perlu dipikirkan sejak awal siapa yang akan menjadi offtaker dan seperti apa rencana pengembangan proyek tersebut ke depan," katanya menambahkan.
Bagi CCEPC Indonesia, pendekatan tersebut penting karena proses transisi energi membutuhkan lebih dari sekadar gagasan baru. Teknologi perlu memiliki nilai tambah yang jelas, dapat dioperasikan secara efektif, serta mampu menjawab kebutuhan yang ada di lapangan.
Keterlibatan profesional CCEPC Indonesia sebagai pembicara dan juri juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan antara industri, akademisi, lembaga riset, dan generasi muda Indonesia.
CCEPC Indonesia melihat pengembangan teknologi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia sebagai dua hal yang berjalan beriringan. Teknologi yang telah diterapkan secara global perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, sekaligus didukung oleh talenta yang memahami kebutuhan dan karakteristik Indonesia.
Energy Week 2026 turut mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor riset, industri, pemerintah, akademisi, serta perwakilan internasional, termasuk Kedutaan Besar Spanyol di Indonesia.
Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, CCEPC Indonesia berharap dapat memperluas pertukaran pengetahuan mengenai teknologi energi dan lingkungan sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi talenta Indonesia untuk mengembangkan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional.