"Setelah dimakamkan, Senin (24/8) malam, dimulailah tahlilan pertama. Tapi saat itu ada warga yang kerasukan, mengatakan bahwa dia dibunuh dan minta diusut," ungkapnya.
Kejadian itu membuat sang ibu, Maryati, terpukul. Ia langsung meminta bantuan Alek agar kasus kematian anaknya diselidiki secara resmi.
"Setelah itu (kerasukan), malam itu ibunya minta saya antar ke polsek untuk meminta supaya kematian Dion ini diusut," tambah Alek.
Merespons laporan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Karawang bersama jajaran Polsek Batujaya mendatangi rumah korban. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi yang sempat disebut oleh warga yang kesurupan tersebut.
"Besoknya saya bersama pak Kasatreskrim datang, kan memproses laporan, meminta kesediaan ekshumasi jasad korban. Dari situ juga kita ke lokasi yang disebutkan oleh warga kami yang kerasukan, ternyata benar di sana ditemukan banyak ceceran darah. Lokasinya berjarak 50 meter dari rumah korban, hingga ke aliran irigasi," urai Alek.
Meski fenomena kesurupan bukan bukti hukum, temuan di lapangan memberikan petunjuk kuat bagi penyelidik. Selain ceceran darah, polisi juga mengamankan rekaman CCTV dari sebuah majelis taklim di sekitar lokasi.