Selama pembukaan secara terbatas, TNGR akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat calon pendaki dan pelaku usaha jasa wisata mengenai kerawanan karhutla. Selain itu, patroli dan pemeriksaan barang bawaan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran juga akan diperketat.

TNGR juga akan meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla. Hal itu termasuk kesiapan personel dan sarana prasarana, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI/Polri, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan selama pembatasan tersebut layanan booking online di aplikasi e-Rinjani dihentikan sementara. Layanan pemesanan secara online akan dibuka kembali setelah kondisi risiko karhutla dinyatakan aman.