Wiyagus juga menyoroti pentingnya AAFI sebagai wadah kolaborasi bagi para auditor dari berbagai latar belakang.

Keanggotaan yang menghimpun auditor ASN aktif di pemerintah pusat dan daerah, mantan auditor ASN yang telah pensiun, serta auditor forensik profesional dinilai dapat memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Melalui kolaborasi tersebut, para auditor diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi sesuai dengan tantangan yang dihadapi.

Wiyagus menegaskan selain kompetensi dan kemampuan beradaptasi, integritas menjadi landasan penting bagi auditor forensik dalam menghadapi berbagai tantangan di era disrupsi. Ketangguhan menghadapi perubahan dan kecemasan perlu disertai dengan integritas agar auditor tetap dapat menjalankan tugas secara profesional dan menjaga kepercayaan publik.

"Di sini dibutuhkan integritas yang tinggi. Kalau tadi masalah kerapuhan, ya, resilien tidak ada pilihan lain. Kita butuh ketangguhan, sementara ketika kita penuh kecemasan, ya integrity ini yang paling penting," tandasnya.

Sebagai tambahan, seminar ini turut dihadiri oleh Ketua BPK sekaligus Ketua Dewan Pembina AAFI Isma Yatun, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, Ketua Umum AAFI Endar Priantoro, serta para peserta Seminar Nasional AAFI Tahun 2026.