NADIKABAR.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk penjualan batu bara periode pertama bulan November 2026. Untuk batu bara kalori tinggi naik menjadi US$ 125,60 per ton dari periode kedua bulan Oktober 2026 sebesar US$ 122,52 per ton.

Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 409.K/MB.01/MEM.B/2026.

"Menetapkan Harga Batubara Acuan yang selanjutnya disebut HBA untuk Periode Pertama Bulan November Tahun 2026 dengan besaran tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini," tulis diktum kedua aturan tersebut, dikutip Selasa (3/11/2026).

Dalam aturan itu, tercatat harga acuan penjualan batu bara Indonesia ini sangat bervariasi tergantung pada besaran kalori yang bisa dihasilkan, dihitung dalam satuan 'Kcal/kg GAR' (kilo kalori per kilogram Gross Air Received). Dalam hal ini setidaknya ada empat kategori yang diatur dalam Kepmen tersebut.

Pertama, HBA untuk harga batu bara kalori tinggi senilai 6.322 kcal/kg GAR pada periode pertama November 2026 ditetapkan sebesar US$ 125,60 per ton. Angka ini naik dari periode kedua bulan Oktober 2026 sebesar US$ 122,52 per ton.

Kedua, HBA untuk harga batu bara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR periode pertama November 2026 ditetapkan sebesar US$ 97,85 per ton. Untuk kategori batu bara ini turun dari yang sebelumnya US$ 90,60 per ton pada periode kedua Oktober 2026.

Ketiga, HBA dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR (HBA II) untuk periode pertama November 2026 ditetapkan sebesar US$ 69,28 per ton. Harga ini naik dari sebelumnya US$ 63,45 per ton pada periode kedua Oktober 2026.

Terakhir untuk harga batu bara dengan kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR (HBA III) pada periode pertama November 2026 ditetapkan sebesar US$ 46,64 per ton. Angka ini turun dari periode kedua Oktober yang ditetapkan US$ 43,84 per ton.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menetapkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk periode pertama November 2026. Di mana HMA nikel dipatok US$ 15.478,67/dmt.

Kemudian HMA kobal dipatok US$ 37.194,00/dmt, timbal US$ 1.854,10/dmt, Seng US$ 3.779,67 dmt, Alumunium US$ 3.046,90/dmt, Tembaga US$ 14.547,67/dmt, Emas sebagai mineral ikutan US$ 4.129,18/dmt, Perak sebagai mineral ikutan US$ 58,52/dmt, Mangan US$ 3,93/dmt, Bijih Besi US$ 1,31/dmt, Bijih Krom US$ 6,37/dmt, dan Konsentrat Timah US$ 9,73/dmt.