Salah satu dari 19 saham tersebut adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) misalnya, tercatat tingkat HSC sebesar 95,79% dari total warkat dan tanpa warkat.
Kemudian PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), memiliki tingkat HSC sebesar 96,68% dari total warkat dan tanpa warkat. Sementara PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), tercatat tingkat HSC sebesar 99,86% dari total warkat dan tanpa warkat.
BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diketahui telah memperketat metodologi penghitungan saham HSC dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek reviu. Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.