EMAS melalui PT Pani Industri Nusantara (PIN) menyiapkan dana Rp2,45 triliun hingga Rp2,70 triliun untuk pembangunan fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) di Tambang Pani, Gorontalo.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin, peralatan, serta jasa konsultasi pembangunan fasilitas pengolahan. Kehadiran fasilitas CIL ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih Tambang Pani dari tahap awal 8 juta ton menjadi 12 juta ton per tahun.

Jika beroperasi pada kapasitas penuh, Tambang Pani diproyeksikan memiliki kemampuan produksi sekitar 500.000 ounces emas per tahun.

Dari pergerakan saham, EMAS masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level Rp9.050. Sinyal tersebut didukung oleh peningkatan volume perdagangan dan indikator stochastic yang bergerak mengarah ke atas.

VISI menyiapkan aksi private placement dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 307,5 juta lembar. Jumlah tersebut setara maksimal 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Aksi tersebut dapat menyebabkan dilusi hingga 10% bagi pemegang saham yang tidak mengambil bagian dalam private placement.

Dana yang diperoleh akan diarahkan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan bisnis perseroan maupun entitas anak. Salah satu rencana penggunaannya adalah penyertaan saham pada Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan.

Nilai penyertaan saham pada HMBC mencapai Rp286 miliar. Berdasarkan perjanjian CSSA dan CSPA, transaksi tersebut akan memberikan VISI kepemilikan sebesar 72,91% pada HMBC.

Private placement dapat dilaksanakan dalam jangka waktu maksimal dua tahun sejak RUPS Independen yang dijadwalkan pada 30 September 2026.

ADRO - Buy 2600-2620 | TP 2650-2700 | SL 2500