NADIKABAR.COM — Terpidana pembunuhan di Amerika Serikat (AS), Christa Pike, tak mati usai menjalani eksekusi suntik mati. Pike menjadi terpidana pertama di AS yang selamat setelah menerima suntik mati.

Dilansir BBC dan CBS News, Kamis (8/10/2026), Pike dijatuhi hukuman mati setelah membunuh Colleen Slemmer bersama kekasihnya pada tahun 1995. Dia selamat setelah disuntikkan dua dosis obat pentobarbital.

Death Penalty Information Center menyebut Pike adalah satu-satunya orang yang diketahui selamat usai menjalani eksekusi dengan metode suntik mati di AS. Para ahli dan tim hukumnya menyatakan pemulihan kondisinya merupakan kejadian yang belum pernah terjadi di AS.

Pengacaranya, Randy Spivey, mengatakan selama beberapa hari tim hukumnya sempat meyakini Pike mengalami mati otak dan memperkirakan alat bantu hidupnya akan segera dilepas. Namun, ada perkembangan yang 'mengejutkan semua pihak' saat Pike mulai berbicara pada Selasa (6/10) meskipun hanya dapat mengingat sedikit detail mengenai upaya eksekusi tersebut.

Pike disebut sempat membantu tim eksekusi menemukan pembuluh darah di lengannya, serta bersikap ramah dan sopan saat disuntik. Kemudian, dia terbangun di rumah sakit dengan selang di tenggorokannya dan dikelilingi orang-orang yang tidak dikenalnya. Kedua lengannya, kata Spivey, kini 'bengkak parah'.