Luke Ihnen, salah satu pengacara Pike, mengawali keterangannya dengan memaparkan berbagai 'kendala' yang menyulitkan komunikasi dengan kliennya.
"Hingga kemarin, klien kami tidak sadarkan diri dan tidak dapat berkomunikasi," ujarnya kepada Hakim Chancellor I'Ashea Myles. Saat ini, lanjutnya, Pike sudah bisa 'berbicara secara terbatas'.
Asisten Jaksa Agung Tennessee, Will Ayers, menyoroti 'situasi prosedural yang tidak lazim' dalam kasus ini. Pandangan itu disetujui oleh hakim. Dia berpendapat pengajuan permohonan darurat sebenarnya tidak diperlukan karena negara bagian memang sudah berkewajiban untuk menyimpan dan mengamankan bukti-bukti tersebut.
Kendati demikian, Hakim Myles memerintahkan agar 'segala sesuatu yang berada di dalam ruangan eksekusi harus disimpan dan diamankan' termasuk selang infus dan jarum suntik, serta limbah terkait seperti kemasan, lembar informasi produk, dan label.
Hakim juga meminta dokumentasi mengenai kondisi psikologis Pike sebelum, selama, dan setelah upaya eksekusi yang gagal pada tanggal 30 September tersebut.