"Karena di sini (Medan) sudah aman, sudah enak, sudah banyak juga kawan-kawan di sini kan, gitu. Ya udah, tiba di sini rasanya enak kali gitu. Jadi kurir Shopee atau Gojek. Ada lah dapat dikit-dikit, ada juga bantuan dari customer lain gitu kan, yang baik-baik itu," katanya.
Namun, kata Iqbal, sejak pindah ke Medan dan bekerja sebagai kurir online, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah..
"Nah, tapi kalau dapat bantuan dari pemerintah itu tidak ada. Bantuan kayak semacam bansos gitu kan, yang dari kelurahan. Kalau bantuan ya paling cuma dapat bantuan dari orang-orang baik lah. Saat saya lagi narik dikasih kadang beras. Dikasih pula saya kadang tip dari orang gitu. Itu aja lah yang bisa saya bawa pulang. Yang selain itu tidak ada lah bantuan apapun," ucapnya.
Saat turun, Iqbal menggunakannya untuk membantunya berjalan dan membawa barang-barang milik pelanggan.
"Kalau kesulitan itu ya kalau tidak dapat orderan. Kadang hanya dapat beberapa, ya disyukuri lah. Kesulitan angkat barang juga. Kadang dibantu orang gitu kan kalau yang lebih berat. Tapi kalau bisa ya saya angkat sendiri. Tapi kalau berat ya tidak bisa," katanya.
Iqbal bercerita, ia pernah beberapa kali terjatuh saat akan mengantar barang ke lokasi. Hal ini lantaran dirinya harus menjaga keseimbangan membawa tongkat dan kaki kanan yang tidak berfungsi.
"Kayak kemarin masuk di mal ya kan, berat (barang) itu. Orang itu (customer) yang nolong. "Udah lah, Bang, biar lah kami yang ngangkat ke bawah," katanya. Diangkat ke bawah sampai di motor diangkatnya," jelasnya.