Sepulang dari perkuliahan, Nabil tidak langsung beristirahat. Ia melanjutkan aktivitasnya dengan menjalani latihan bersama Persebaya. Di lapangan, Nabil biasa bermain sebagai sayap kanan dan terkadang dipercaya menempati posisi penyerang.

Kecintaannya terhadap sepak bola sudah tumbuh sejak masih berusia sembilan tahun. Saat itu, Nabil mulai mengenal dunia sepak bola dengan bergabung di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) di Surabaya.

Perjalanannya kemudian berlanjut hingga bergabung dengan Persebaya.

"Dari umur 13 sudah masuk Persebaya," ujar Nabil.

Menjalani dua aktivitas yang sama-sama menuntut konsentrasi dan tenaga membuat Nabil menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kondisi fisik.

Sebagai atlet sepak bola, Nabil dituntut memiliki stamina dan kebugaran yang prima. Di saat bersamaan, perkuliahan kedokteran juga membutuhkan energi dan konsentrasi yang tidak sedikit.

Tantangan lainnya adalah membagi waktu. Jadwal kuliah kedokteran yang cukup padat harus berjalan beriringan dengan latihan rutin serta persiapan menghadapi pertandingan bersama Persebaya.