NADIKABAR.COM — Nicholas Saputra tak hanya berperan sebagai tokoh utama di film "Merah Sebelum Fajar" (Red Before Dawn) dari sutradara Garin Nugroho, ia juga merangkap sebagai produser dan pencetus gagasan dari film tersebut.
"Semuanya dimulai sekitar dua atau tiga tahun lalu saat saya dan Garin syuting. Saya sebagai aktor, dan Garin sebagai sutradara," kata Nicholas saat diskusi usai pemutaran perdana "Merah Sebelum Fajar" di Hulic Hall Tokyo, Jepang, Selasa (27/10).
Nicholas merujuk kepada film musikal "Siapa Dia" yang mengisahkan perjalanan sinema Indonesia serta situasi sosial dan politik di era yang berbeda-beda, mulai dari masa kolonial hingga akhir 90-an.
"Tapi ada era yang jarang dibicarakan di negara kami, yaitu tahun-tahun awal sejak kemerdekaan diproklamasikan, pada 1946-1949," papar Nicholas yang berperan sebagai Frans di film ini.
Pada masa transisi, masih banyak terjadi pertempuran di berbagai daerah. Masyarakat berjuang untuk memukul mundur penjajah yang berupaya masuk kembali. Banyak kisah perjuangan di masa transisi. Namun, ada kisah yang tak banyak diketahui: seperti apa hidup masyarakat sipil kala itu? Sudut pandang itu belum banyak diungkapkan, terutama lewat film.
Itulah yang mendorong Nicholas, produser dari Atarui Films, untuk mengungkapkan gagasannya kepada Garin yang sudah tidak asing lagi membuat film bertema sejarah.