NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menggelar Bazar UMKM dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jateng. Bazar yang berisi makanan khas dari berbagai daerah itu lantas menjadi wadah nostalgia para perantau di Jateng.

Pantauan NadiKabar, bazar digelar di halaman Kantor Pemprov Jateng, di Jalan Pahlawan, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Bazar dibuka dari pukul 09.00-20.00 WIB.

Terlihat banyak makanan khas daerah yang dijual di bazar tersebut. Mulai dari soto Sokaraja dan mendoan khas Banyumas, olos khas Tegal, sate ambal khas Kebumen, sate srepeh dan lontong tuyuhan khas Rembang, geblek dan dawet ireng khas Purworejo, hingga Bollen dan Strudel khas Karanganyar.

Salah satu pengunjung asal Sokaraja, Pinky (29) mengaku sengaja datang untuk membeli soto Sokaraja dan sate ambal Kebumen karena sudah lama tak pulang ke kampung halamannya.

"Saya tadi nyobain sate ambal. Kalau sate ambal karena ramai, menarik. Bapaknya bakar sate di tengah-tengah. Jadi menarik perhatian, banyak yang antre, ikutlah antre ternyata enak," kata Pinky kepada NadiKabar, Kamis (20/8/2026).

"Kalau soto Sokaraja karena saya aslinya dari Sokaraja dan jarang banget pulang. Mumpung ada, akhirnya saya nyobain soto Sokaraja, karena craving banget makanan asli Sokaraja," lanjutnya.

Pinky yang kini bekerja kantoran di Semarang itu menyebut, momen itu menjadi ajang nostalgia Pinky dan teman-temannya. Terlebih, makanan tersebut asli dibawa dari Sokaraja sebingga rasanya dinilai masih autentik.

"Saya coba dan ternyata rasanya emang real soto Sokaraja, jadi kayak obat BM (banyak mau)," jelasnya.

Pinky yang baru menjajal sate ambal juga mengaku langsung suka dengan sate berkuah bumbu tempe khas Kebumen tersebut. Ia pun berharap bazar makanan khas daerah di Jateng bisa kembali diselenggarakan.

"Ini jadi ngerasa balik ke kampung halaman karena rasanya tuh persis sama soto sokaraja di rumah. Terus tadi kebetulan kehabisan mendoan karena banyak banget yang beli mendoan. Jadi besok harus pagi buat beli mendoan lagi," ucapnya.

Pengunjung asal Temanggung, Syahrul (28), juga baru saja membeli kupat tahu khas Temanggung. Karyawan swasta di Semarsng itu juga mengaku membeli kupat tahu karena sudah lama tak pulang kampung.