"Program ini telah kami buktikan berjalan baik dan memberi manfaat nyata dan luas bagi masyarakat Dusun Bondan," ujar Jamaludin, penerima Local Hero Award TJSL Pertamina Group 2023.

Kisah Burhanudin dan Jamaludin memperlihatkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi penggerak perubahan di desa, membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal dan menciptakan sumber penghidupan baru.

Upaya tersebut sejalan dengan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) sejak 2018. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat sesuai potensi masing-masing desa.

Pada kesempatan itu, VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa DEB dikembangkan melalui tiga kategori, yakni Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi. Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai DEB Putih, Hijau, Biru, hingga Siap Mandiri.

Hingga saat ini, terdapat 310 Desa Energi Berdikari yang telah dikembangkan Pertamina dan 24 desa lainnya dalam proses pengembangan, dengan 60 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Dengan perkembangan tersebut, jumlah DEB ditargetkan mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan terus diperluas hingga 732 desa pada 2030.

"Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, berbasis sumber daya lokal," kata Rudi.

Dampak program diperlihatkan dari pemanfaatan berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel hingga pembangkit hibrida. Seluruhnya menghasilkan kapasitas listrik sebesar 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas.

Di sektor pangan, DEB menghasilkan lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas dari lahan sekitar 2.000 hektare. Sementara di sektor perikanan, DEB Pesisir Modern berkontribusi terhadap produksi 390 ton ikan tangkap per tahun.