NADIKABAR.COM — Anggota Komunitas Santa Sesilia Yogyakarta, Suster M. Felika Laia, SCMM, menempuh pendidikan tinggi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dirinya kini resmi terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (FKIP) UAD angkatan 2024.

Alasan utama Sr. Felika mantap memilih UAD adalah keterbukaan kampusnya. Menurutnya, UAD sejak awal menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang tanpa membeda-bedakan.

"UAD sangat toleran dan menerima siapa saja yang kuliah di sini dengan berbagai keberagaman, baik itu suku, bahasa, maupun agama," ujar Sr. Felika dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Selama berkuliah, Sr. Felika mengaku tetap merasa nyaman beraktivitas di lingkungan kampus. Salah satu hal yang membuatnya merasa dihargai adalah kebebasan untuk tetap mengenakan pakaian kebiaraannya saat mengikuti kegiatan akademik.

"Sebagai biarawati yang tetap mengenakan pakaian kebiaraan di kampus Islam, saya merasa senang dan bisa belajar dengan nyaman karena saya diterima apa adanya. Saya tidak dipaksa menggunakan pakaian yang selayaknya digunakan oleh seorang Muslim, tetapi saya masih diperbolehkan tetap menggunakan jubah saya sebagai biarawati dan tetap studi di UAD. Itulah yang membuat saya senang dan bahagia, bahwa artinya saya tetap dihargai meskipun beda agama dengan mereka," jelasnya.

Sikap terbuka dari para dosen dan sesama mahasiswa di ruang kelas membuat proses belajar mengajar berjalan lancar. Dalam kesehariannya di kampus, Sr. Felika pun berusaha membangun komunikasi yang aktif dengan teman-teman seangkatannya.

"Terkait dengan respon dosen dan teman-teman pas pertama kali dan selama kuliah bersama itu menyenangkan. Karena para dosen di UAD itu baik dan sangat toleransi sekali. Apalagi dengan teman-teman, saya tetap mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka. Kalau saya mengalami kesulitan, saya terus terang mengatakannya kepada mereka," ungkapnya.

Bagi Sr. Felika, pengalaman paling berkesan selama menjadi mahasiswa UAD adalah rasa saling menghargai yang ia dapatkan setiap hari. Berdasarkan pengalaman tersebut, ia mendorong calon mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk menempuh studi di UAD.

"Pengalaman saya selama di UAD menyenangkan. Mari kuliah di UAD, kuliahnya seru karena para dosen dan teman-teman sangat menyenangkan dan mereka sangat menghargai perbedaan," pungkasnya.

Kehadiran dan pengalaman Sr. Felika menjadi bukti nyata UAD sebagai perguruan tinggi yang inklusif. Meskipun berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, UAD terus membuktikan diri sebagai ruang belajar yang terbuka, ramah, serta menghargai keberagaman agama, suku, maupun budaya.