Selama menjalani pemeriksaan di gedung Satreskrim Polresta Banyumas, Farid beberapa kali terlihat keluar masuk gedung untuk menjalankan ibadah salat di Masjid setempat. Menurutnya, seluruh kebutuhan selama pemeriksaan seperti makan dan minum telah disediakan petugas. Dia juga sempat ditawari untuk melaksanakan salat di dalam gedung.

"Kenapa keluar masuk ya karena waktu itu salat. Saya minta salat di masjid. Sebenarnya untuk salat disediakan di dalam. Makan, minum, itu semuanya tersedia," katanya.

Namun, Noor Farid memilih keluar menuju masjid karena merasa lebih nyaman untuk berkonsentrasi saat beribadah.

"Dan saya waktu salat, saya minta keluar karena lebih enak di masjid konsentrasinya," ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Farid juga sempat bertemu dengan Prof Norman, salah satu pimpinan Unsoed yang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK.

Keduanya disebut berada di ruangan pemeriksaan yang berbeda. Pertemuan hanya terjadi ketika mereka sama-sama keluar ruangan, salah satunya untuk menjalankan ibadah salat.

"Ya, ya kan hanya sebelah pas kalau mau salat atau keluar itu ketemu. Cuma nggak ngobrol apa-apa," katanya.

Pemeriksaan Farid berlangsung hingga lewat tengah malam. Dia kemudian pulang ke rumah dan mendapati keluarganya masih menunggu. Dia mengaku keluarganya tentu merasa waswas karena dirinya menjalani pemeriksaan oleh KPK.

"Ya, tentu keluarga ya was-was. Semua orang kalau diperiksa ke KPK ya deg-degan. Ya, sama saya ditunggu anak, istri. Semua keluarga nunggu di ruang tamu," tuturnya.

Sesampainya di rumah, sang istri langsung mempertanyakan kepulangannya yang jauh lebih malam dari biasanya.

"Bapak ngapain? Biasanya nggak pulang malam, ini pulang malam, ke mana? Biasanya pulangnya Magrib, atau Isya," kata Noor Farid menirukan ucapan istrinya.

Meski baru menjalani pemeriksaan hingga tengah malam, Farid mengaku tetap menjalankan aktivitasnya sebagai dosen pada pagi harinya. Dia kembali mengajar mahasiswa, termasuk mata kuliah KIP serta Perancangan Percobaan dan Analisis Pemulihan Tanaman.