NADIKABAR.COM — Pakar keamanan digital menemukan celah keamanan siber dengan level kritis pada bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menjalankan sebagian besar situs web di seluruh dunia. Temuan ini membuat banyak organisasi memilih menonaktifkan situsnya.

PHP merupakan bahasa pemrograman open source yang telah digunakan lebih dari 30 tahun di banyak situs web. Sejumlah sistem manajemen konten (CMS) seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento juga menggunakan teknologi ini.

Para pakar dari dua perusahaan keamanan siber (cybersecurity) Calif dan Wiz menemukan kerentanan pada sistem kode PHP yang telah tersembunyi selama lebih dari satu dekade dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Calif menemukan celah tersebut pada 1 Agustus dengan bantuan large language model (LLM), sedangkan Wiz menggunakan Wiz Atlas yang berbasis AI, serta Google Gemini 4 Argon, dan OpenAI GPT-5.6 Sol.