Saat ditemukan, benda itu berada di dalam parit.

Karmansyah menyebutkan, benda itu memiliki panjang sekitar enam meter dengan berat diperkirakan hampir 100 kilogram. Ukuran dan bobotnya membuat proses pemindahan harus dilakukan secara bersama-sama oleh sekitar 20 orang karyawan.

Secara fisik, benda tersebut disebut menyerupai material baja ringan. Pada sejumlah bagian terlihat sambungan kabel serta bekas pengelasan yang menghubungkan beberapa bagian benda.

"Tidak ada tulisannya, seperti benda baru dibuat. Ada las-lasannya, pokoknya ada kabel-kabel penyambung," ungkapnya, Senin siang.

Dika, yang menyampaikan informasi soal temuan benda misterius tersebut menerangkan saat itu ayahnya bersama sejumlah rekan kerja ketika berangkat bekerja.

"Abahnya ulun [saya] bersama teman-teman ketika berangkat kerja untuk memanen sawit, sekitar pukul 06.00 WIB pagi, menemukan serpihan seperti itu. Benda logam seperti sisa serpihan pesawat atau apalah," ujarnya, Senin siang,

Menurut Dika, kondisi di sekitar lokasi penemuan sejauh ini terpantau aman. Tidak ditemukan bekas kebakaran di sekitar benda tersebut, meskipun sejumlah kabel masih terlihat melekat pada material logam itu.

"Kondisi sekitar aman saja, tidak ada bekas terbakar. Ada kabel-kabel juga di sekitarnya," tambahnya.

Penampakan benda itu kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar. Dalam rekaman tersebut, benda berukuran besar itu terlihat tergeletak di antara tanaman kelapa sawit.

Orang yang merekam video tersebut terdengar kebingungan mengidentifikasi temuan itu. Bentuknya yang menyerupai badan pesawat membuat muncul dugaan apakah benda tersebut merupakan bangkai pesawat atau helikopter.

"Ya, ini kita ketemu bangkai pesawat apa bangkai helikopter ini. Nah, ini di blok G/F 3839," ujar seseorang dalam video tersebut.

Aparat pun memberikan perhatian serius atas temuan logam besar itu. Korem 102/Panju Panjung memastikan benda tersebut bukan milik militer dan kini berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengungkap asal-usulnya.