Benda asing yang ditemukan itu memiliki sejumlah ciri yang menarik perhatian. Mulai dari kabel yang terhubung, kode produksi, hingga bekas terbakar pada bagian permukaannya.

Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko melalui Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo mengatakan selain personelnya diterjunkan ke lokasi, koordinasi juga dilakukan dengan instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan di bidang keantariksaan.

"Saat ini anggota kami sudah ke lokasi. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti instansi keantariksaan serta pihak penanganan benda asing untuk mengidentifikasi apa sebenarnya benda tersebut," kata Andry dalam keterangan, Senin sore,

Hingga kini, identitas dan asal-usul benda tersebut belum diketahui. Aparat masih menunggu hasil pendalaman dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi untuk memastikan apakah benda itu merupakan bagian dari suatu kendaraan, material buatan manusia, atau objek lain.

"Kami belum bisa memastikan apa sebenarnya benda tersebut karena masih dilakukan pendalaman," kata Andry.

Untuk mendukung proses penyelidikan, area penemuan telah diamankan dengan pemasangan garis polisi.

Selain itu masyarakat diminta tidak menyentuh, mengutak-atik, ataupun memindahkan benda tersebut sebelum ada arahan dari petugas berwenang.

"Untuk informasi awal, kami pastikan bahwa benda tersebut bukan merupakan benda milik militer. Untuk itu kami juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang sambil menunggu informasi lebih lanjut dari petugas di lapangan," tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengungkap asal-usul suara keras yang terdengar tersebut. Hingga Senin siang, katanya, belum ada kesimpulan pasti mengenai sumber dentuman itu.

"Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris)," ungkap Ibnu.

Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk mengidentifikasi material dan asal benda tersebut. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjawab apakah benda logam itu berkaitan dengan dentuman misterius atau merupakan peristiwa yang berbeda.