"Ini merupakan penggagalan ketiga kalinya sepanjang bulan September. Modusnya terus berganti dan memanfaatkan celah kunjungan tatap muka, namun sistem pemeriksaan kami terus kami perketat," ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam pengembangan kepolisian. Petugas akan mendalami dugaan keterlibatan WBP berinisial SI serta pihak lain yang diduga terlibat dalam pengiriman barang tersebut.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Kami juga akan terus melakukan koordinasi untuk mengungkap apakah ada keterlibatan warga binaan maupun jaringan dari luar," pungkas Tristiantoro.