NADIKABAR.COM — CGTN mengulas kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Amerika Serikat (AS). Mengangkat kisah sejumlah anak muda AS yang memiliki pengalaman berinteraksi dengan Tiongkok serta pengumuman terbaru Xi yang mengundang 100.000 anak muda Amerika untuk berkunjung ke Tiongkok dalam lima tahun ke depan, artikel tersebut menyoroti peran diplomasi kepala negara dalam menentukan arah hubungan Tiongkok-AS sekaligus membahas arti penting kerja sama kedua negara bagi dunia.
Beijing, (ANTARA/PRNewswire)- Marlon Forrester dan Joey Zhang tidak menyangka surat yang mereka kirim kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mendapat balasan.
Kedua sosok ini merupakan bagian dari sekitar 100 mahasiswa di 10 universitas di Amerika Serikat yang mengikuti program pertukaran pemuda di Tiongkok. Setelah kembali dari perjalanan tersebut, Forrester dan Zhang menulis surat kepada Xi. Balasan dari Presiden Tiongkok itu tiba sehari sebelum kunjungan kenegaraan Xi ke Amerika Serikat.
Dalam wawancara eksklusif dengan CGTN, Forrester, seorang dosen di Harvard University, dan Zhang, mahasiswa Columbia University, berbagi pengalaman mengenai program pertukaran tersebut. Menurut mereka, keterlibatan Xi dengan generasi muda turut "menanam benih" dan "meletakkan fondasi" bagi generasi baru untuk melanjutkan hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Dalam upacara penyambutan di Gedung Putih pada 24 September, Xi mengumumkan bahwa Tiongkok akan mengundang 100.000 anak muda Amerika untuk mengikuti program pertukaran dan studi di Tiongkok selama lima tahun ke depan.
Komitmen tersebut menggambarkan bagaimana keputusan di tingkat tertinggi dapat diterjemahkan menjadi pengalaman nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, dunia terus mencermati langkah Tiongkok dan AS dalam menata masa depan hubungan bilateral.
Menentukan arah hubungan Tiongkok-AS
Sepanjang 2026, interaksi antara Xi dan Presiden AS Donald Trump berlangsung cukup intens dan turut menentukan arah hubungan Tiongkok-AS.