Dalam percakapan via telepon pada Februari, Xi dan Trump sepakat untuk "mencapai lebih banyak hal besar dan positif". Xi juga menyerukan agar 2026 menjadi tahun untuk mendorong sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Tiga bulan berselang, Trump pun berkunjung ke Tiongkok. Pertemuan yang berlangsung hampir sembilan jam itu menghasilkan konsensus politik penting untuk membangun "hubungan Tiongkok-AS yang konstruktif dan memiliki stabilitas strategis".
Bagi Xi, menetapkan arah hubungan hanyalah langkah awal. Ia menegaskan bahwa membangun hubungan Tiongkok-AS "bukanlah langkah sementara dan tidak dapat selesai dalam semalam". Di Washington, Xi juga menyerukan "semangat untuk terus bersikap konsisten" sebagai gambaran perlunya kegigihan dalam mempererat hubungan bilateral.
Hubungan antarmasyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Di Lincoln High School, Washington State, serta di kalangan anak muda di Maryland dan Florida, pesan-pesan Xi kepada generasi muda Amerika mendorong mereka untuk menjadi penghubung persahabatan antara kedua negara.
Di bidang ekonomi, Kementerian Perdagangan Tiongkok mencatat bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat telah mendirikan lebih dari 84.000 perusahaan penanaman modal asing (PMA) di Tiongkok hingga Juli 2026. Nilai investasi mereka meningkat 7,8% secara tahunan pada Semester I-2026. Sementara itu, survei US-China Business Council terhadap 175 perusahaan Amerika menunjukkan bahwa 95% responden menilai aktivitas usaha di Tiongkok berperan penting bagi daya saing global perusahaan.
Tanggung jawab yang melampaui dua negara
Hubungan bilateral Tiongkok-AS memiliki dampak yang jauh melampaui kedua negara.
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Xi mengatakan "Kerja sama Tiongkok-AS tidak dapat menyelesaikan setiap persoalan dunia, namun tanpa kerja sama kedua negara, banyak persoalan global akan sulit teratasi."