"Meskipun tidak ada sistem yang sempurna, kami terus bekerja sama dengan para ahli untuk memberi masukan bagi upaya kami dan membangun perlindungan tambahan, seperti kontrol orang tua, pengingat istirahat, dan perlindungan berbasis model sesuai usai yang sudah tersedia saat ini," kata juru bicara OpenAI.
"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai negara bagian dalam memajukan kebijakan AI yang pragmatis yang berlaku bagi seluruh industri AI-bukan hanya untuk satu perusahaan saja," sambungnya.
Delapan negara bagian yang menggugat meminta pengadilan memaksa OpenAI untuk membayar ganti rugi dan berhenti menyesatkan publik tentang keamanan ChatGPT. Beberapa negara bagian juga menuntut penghapusan data pribadi yang dikumpulkan secara tidak sah.