NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China pada Senin (19/10) menyatakan akan menjajaki mekanisme untuk menetapkan kepemilikan, penentuan harga, serta perdagangan aset budaya digital, sebagai bagian dari upaya untuk memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sektor kebudayaan dan pariwisata.
Zhou Hanping, seorang pejabat kementerian, mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Beijing bahwa pihak kementerian berencana mendorong integrasi AI dalam penciptaan budaya, layanan publik, penerusan warisan budaya takbenda, layanan pariwisata, serta tata kelola pasar.
Sembilan otoritas China, termasuk Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pada Senin bersama-sama menerbitkan serangkaian pedoman untuk mendorong perdagangan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.